EPILOG BIKE TO PULAU FLORES
DARI TIMUR KE BARAT,
710 KILOMETER DAN SEJUTA JEJAK
Berangkat dari Larantuka, sebuah kota pesisir di ujung timur Pulau Flores,
perjalanan ini dimulai seperti fajar yang malu-malu menyibak malam. Dengan
sepeda sebagai sahabat dan harapan sebagai bahan bakar, mengayuh melintasi
kontur pulau yang tak selalu ramah—tanjakan yang panjang, kabut yang menggigil,
hujan yang menguji, dan jalanan yang kadang sunyi seperti doa yang teruntai
sendiri.
Etappe demi etappe, tak hanya melintasi peta, tapi juga hati manusia.
Di warung-warung kecil tanpa nasi, menemukan sambutan dari tangan-tangan
yang tak pernah enggan membantu. Di kampung-kampung yang jauh dari sorotan
wisata, bertemu anak-anak yang menyapa, “Hallo mister…!” seolah adalah tamu yang telah mereka nantikan.
Dari Bena dan Bajawa hingga Golo Mbeliling dan Lembor, menyusuri
lorong-lorong budaya dan hutan tropis yang menyimpan legenda. Bahkan ketika
pedal mulai memberontak atau rantai tak mau bergeser, tetap melaju. Tak
hanya menuju Labuan Bajo, tapi menuju versi diri yang lebih utuh.
Dan ketika akhirnya Labuan Bajo menyambut, bukan sebagai pelabuhan akhir,
tapi sebagai gerbang cerita baru, melanjutkan dengan kapal Phinisi ke
Pulau Padar dan Komodo—menyapa kadal purba yang hidup di bawah bayangan mitos
dan ancaman kepunahan. Lautan Flores membentang di depan, menara solar cell
berdiri di dermaga, dan pasir pantai menyimpan jejak bersama turis-turis dari
berbagai penjuru dunia.
Ketika hari terakhir datang, sempat termenung di kamar penginapan,
mengenang proses awal—bersama istri menyusun rencana, memetakan langkah-langkah
kecil yang ternyata membawa pada petualangan besar. Dan saat pedal terakhir
akhirnya terlepas dengan kunci pas yang nyaris tak ditemukan, dus sepeda pun
menutup lembaran penuh peluh dan pelajaran.
Di Bandara Komodo, terminal berbentuk naga itu menjadi penanda bahwa
perjalanan telah selesai. Tapi sejatinya, cerita ini baru saja dimulai.
710 kilometer telah ditempuh.
Terimakasih untuk :
- Allah SWT yang memberi kelancaran dan perlindungan.
- Istri dan anak-anak di rumah yang jadi titik kembali.
- Eiger Adventure, Ora Dive Komodo, King Entertainment, Republic Of Entertainment, Rumah Nusantara, Land Rover Club Bandung.
- Semua teman baik yang tak bisa disebutkan satu persatu.
Sampai jumpa di petualangan berikutnya,
Di pulau yang mungkin berbeda,
Tapi dengan semangat yang tetap sama :
Melaju. Menyapa. Menyerap.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home